Selasa, 29 Desember 2015

Suporter Minta SFC Selektif Mengikuti Turnamen

Suporter Minta SFC Selektif Mengikuti Turnamen
 SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Banyaknya turnamen yang akan digelar di 2016 membuat manajemen Sriwijaya FC berbenah dan menyiapkan tim lebih awal. Meski agenda yang akan dihadapi cukup banyak, namun manajemen laskar wong kito mengatakan siap mengikuti seluruh turnamen yang digelar nantinya.

Opsi membentuk 2 tim, dimana salah satunya adalah skuad muda SFC yang saat ini tergabung di tim PON Sumsel pun dirampungkan. Namun kelompok suporter SFC meminta wacana tersebut dipertimbangkan dengan matang sebelum nantinya memutuskan mengikuti seluruh turnamen yang digelar di tanah air.

“Sebagai suporter tentu kami senang melihat SFC bertanding dan bisa mendukung secara langsung nantinya, apalagi di tengah lesunya sepakbola nasional. Tapi kami berharap manajemen berhati-hati dan selektif dalam menerima tawaran turnamen yang saat ini marak berlangsung,” ujar ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko saat dihubungi, Senin (28/12/2015) sore.

Menurutnya, sikapnya tersebut lebih untuk mengingatkan tim dan belajar dari pengalaman SFC di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu.

“Siapa yang tidak ingin melihat SFC berprestasi, namun belajar dari turnamen PJS lalu maka persiapan pun harus berjalan dengan baik. Jika hanya berlatih seminggu sebelum turnamen, rasanya akan sulit ditambah kemarin materi pemain pun tidak lengkap,” jelasnya.

Apalagi saat ini pun sudah muncul wacana bergulirnya kembali kompetisi oleh operator Indonesian Super League (ISL) yakni PT Liga Indonesia.

“Lebih baik SFC wait and see dulu, karena bisa saja nanti jadwalnya bentrok dengan Marah Halim Cup atau turnamen lain. Tentu bila dibanding dengan turnamen, maka kami lebih senang jika SFC bermain di kompetisi penuh, walau katanya nanti itu belum resmi dan diselenggarakan di luar PSSI,” tambahnya.

Sementara itu, manajer SFC Nasrun Umar mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh kelompok suporter untuk duduk bersama membahas persiapan tim kedepannya.

“Keinginan itu sebenarnya sudah lama, namun terbentur waktu. Di awal Januari, kami akan kumpulkan perwakilan suporter SFC untuk mendengar masukan dan aspirasi mereka, karena tim ini butuh bantuan serta dukungan nantinya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menjalankan kembali program SFC Goes to School yang di musim lalu sempat berjalan namun berhenti karena vakumnya kompetisi. “Sekarang semua tengah disiapkan oleh jajaran manajemen, semoga semua bisa terakomodir, karena bagaimanapun SFC adalah milik semua masyarakat Sumsel,” tambahnya. (nto/TS)

Rabu, 09 Desember 2015

SFC Masih Tunggu Kejelasan Turnamen Marah Halim

SFC Masih Tunggu Kejelasan Turnamen Marah HalimSRIPOKU.COM, PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) kini masih menunggu kejelasan dua turnamen yang bakal digelar.

Patokan rekomendasi dari PSSI sebagai regulasi, menjadi syarat bagi Laskar Wong Kito untuk mengikuti dua turnamen tersebut.

Saat ini SFC telah mendapatkan satu surat undangan dari Marah Halim Cup yang bakal digelar Maret mendatang.

Penggawa Sriwijaya FC sudah diliburkan tanpa batas waktu setelah mereka kandas di fase grup Piala Jenderal Sudirman (PJS).

Sekretaris tim SFC, Achmad Haris mengungkapkan, Sriwijaya FC sempat mendapat undangan mengikuti dua turnamen itu, namun belum mendapat kabar lanjutan.

“Kami sempat diajak untuk ikut Piala Gubernur Kaltim, tapi belum dihubungi lagi. Begitu juga dengan Marah Halim Cup yang belum ada kepastiannya,” ujar Haris, Selasa (8/12/2015).

Menurut Haris, pihaknya membutuhkan kepastian, karena harus mengumpulkan pemain yang sedang diliburkan.

Untuk sementara, manajemen lebih dulu melakukan evaluasi tim atas kegagalan di Piala Jenderal Sudirman.

“Untuk mengumpulkan pemain harus ada tujuannya, karena berkaitan dengan program latihan, dan biaya. Karena itu, kami tidak mau terburu-buru. Saat ini kami lebih dulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim,” papar Haris.

Rabu, 17 Juni 2015

Tim Sriwijaya FC Tinggal Menghitung Hari, BUBAR

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC tampaknya tinggal menghitung hari saja untuk membubarkan timnya, seiring tidak adanya kejelasan kompetisi terkait kisruh antara Menpora dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Manajer Tim Sriwijaya FC, Robert Heri menegaskan sudah tidak tahan lagi dengan konflik sepakbola di tanah air.
Pihaknya akan segera melakukan evaluasi ulang, untuk menentukan nasib skuad Laskar Wong Kito kedepan.
Jika tetap tidak ada tanda-tanda perdamaian antara kedua belah pihak yang tengah berseteru, tentu kemungkinan terburuk yang akan diambil adalah pembubaran tim.
“Kita tidak tahan lagi melihat konflik sekarang ini. Dalam beberapa hari ini kita akan evaluasi, jika tetap tidak jelas, maka tim terpaksa kita bubarkan," katanya, Selasa, (16/6/2015).
Menurut Robert, terhentinya kompetisi Liga Indonesia musim 2015 menjadikan timnya harus tiarap.
Dalam artian, timnya harus menderita kerugian yang sangat besar, ketika disatu sisi harus tetap membayarkan hak pemain, sedangkan disisi lain pemasukan dari sponsor kini tersendat.

Senin, 15 Juni 2015

Laporan Pertandingan: Vietnam U-23 5-0 Indonesia U-23

Goal.comTim nasional Indonesia U-23 dipastikan pulang dengan tangan hampa dari ajang SEA Games 2015. Menyusul, pada perebutan medali perunggu mereka takluk dari Vietnam U-23 dengan skor telak 5-0 di Stadion Nasional, Kallang, Senin (15/6).
Babak pertama 
Vietnam U-23 sementara ini unggul 4-0 atas Indonesia U-23 pada perebutan medali perunggu SEA Games 2015 di Stadion Nasional, Kallang, Senin (15/6).
Indonesia U-23 coba memberikan tekanan di menit-menit awal pertandingan. Namun masih bisa diredam para pemain Vietnam U-23. Vietnam U-23 sendiri memberikan ancaman lewat sepakan Vo Huy Toan di depan gawang Indonesia U-23. Namun bola masih bisa ditangkap dengan baik oleh Teguh Amiruddin.
Tekanan terus diberikan skuat asuhan Toshiya Miura melalui sisi sayap. Beberapa kali para pemain Vietnam U-23 mampu menerobos dari sisi kiri dan pertahanan Indonesia U-23. Beruntung, penyelesaian akhir para pemain Vietnam U-23 masih tumpul.
Hingga akhirnya Mac Hong Quan berhasil membobol gawang Indonesia U-23, lewat titik penalti pada menit ke-13. Penalti diberikan wasit, setelah Hansamu Yama Pranata melakukan hand-ball di kotak terlarang.
Unggul satu gol, Vietnam U-23 terus memberikan tekanan ke lini pertahanan tim Garuda Muda. Vietnam U-23 pun berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-20, lewat skema serangan balik yang berhasil dituntaskan dengan baik oleh Vo Huy Toan. Skor berubah 2-0.
Tekanan Vietnam U-23 masih belum berhenti. Sebaliknya, serangan yang dibangun para pemain Indonesia U-23 terlalu mudah untuk dipatahkan.
Indonesia U-23 memberikan ancaman pada menit ke-39, di mana Muchlis Hadi mendapatkan peluang emas di depan gawang. Tapi, penyelesaian akhirnya masih lemah.
Justru Vietnam U-23 yang kembali memperlebar jarak, setelah Vo Huy Toan kembali mencetak gol lewat sepakan keras kaki kirinya dari luar kotak penalti pada menit ke-40. Skor 3-0.
Bahkan, mereka masih belum berhenti memberikan tekanan. Nguyen Chong Phuong melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, bola kali ini masih melenceng dari gawang.
Di masa injury time, Nguyen Huu Dung berhasil kembali menjebol gawang Teguh. Skor 4-0 menutup babak pertama.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Vietnam U-23 tak mengendurkan serangan mereka. Indonesia U-23 juga memberikan ancaman lewat sepakan dari luar kotak penalti Adam Alis. Namun bola masih bisa ditangkap kiper Vietnam U-23, Phi Minh Long.
Intensitas serangan yang dibangun Indonesia U-23 memang lebih banyak di awal babak kedua ini. Tapi setiap serangan yang dibangun selalu menemui kebuntuan. Sebaliknya, serangan Vietnam U-23 kerap memunculkan kemelut di depan gawang Indonesia U-23.
Penetrasi Nguyen Cong Phuong, masih bisa diantisipasi Teguh. Namun pada menit ke-70, Vietnam U-23 kembali berhasil membobol gawang skuat asuhan Aji Santoso melalui kapten tim, Que Ngoc Hai, yang meneruskan bola hasil sepakan Do Duy Manh. Skor 5-0.
Muchlis Hadi mendapatkan kembali peluang emas. Tapi lagi-lagi, meskipun sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Vietnam U-23, Muchlis tetap gagal menceploskan bola ke dalam gawang.
Di sisa waktu yang ada, meski memberikan tekanan Indonesia U-23 tetap gagal mencetak gol. Skor 5-0 bertahan hingga laga usai.
Vietnam U-23: 27 Phi Minh Long; 3 Pham Manh Hung, 6 Nguyen Minh Tung, 15 Que Ngoc Hai, 22 Nguyen Thanh Hien; 2 Nguyen Huu Dung, 11 Do Duy Manh, 25 Vo Huy Toan; 10 Nguyen Cong Phuong, 17 Mac Hong Quan, 20 Tran Phi Son
Cadangan: 1 Pham Van Tien, 12 Vu Ngoc Thinh, 14 Nguyen Huy Hung, 16 Le Thanh Binh, 18 Ho Ngoc Thang, 19 Nguyen Van Toan, 23 Pham Duc Huy, 26 Bui Tien Dung
Pelatih: Toshiya Miura

Indonesia U-23: 1 Teguh Amiruddin; 3 Abduh Lestaluhu, 5 Zalnando, 13 Manahati Lestusen, 15 Agung Prasetyo, 16 Hansamu Yama; 7 Ahmad Nufiandani, 10 Wawan Pebriyanto, 18 Adam Alis, 19 Zulfiandi; 9 Muchlis Hadi
Cadangan: 12 Muhammad Fadhil, 2 Vava Mario Yagalo, 4 Syaiful Indra Cahya, 6 Evan Dimas Darmono, 8 Muhammad Hargianto, 11 Yandi Sofyan Munawar, 17 Paulo Sitanggang, 20 Ilham Udin Armaiyn
Pelatih: Aji Santoso

Minggu, 14 Juni 2015

Laporan Pertandingan: Thailand U-23 5-0 Indonesia U-23

Goal.com - Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Thailand U-23 pada laga semi-final SEA Games 2015 di Stadion Nasional, Kallang, Sabtu (13/6) malam. Pada laga itu, Indonesia U-23 dilumat lima gol tanpa balas.
Dengan demikian, Thailand U-23 bakal menantang Myanmar U-23 pada partai final di tempat yang sama, 15 Juni nanti. Sementara Indonesia U-23 akan menghadapi Vietnam U-23 untuk memperebutkan medali perunggu.
Babak pertama
Thailand U-23 langsung menggebrak sejak menit awal pertandingan. Tendangan Chananan Pombubpha di depan gawang masih lemah, sehingga masih bisa diantisipasi kiper Indonesia U-23, Teguh Amiruddin.
Indonesia memberikan ancaman melalui tendangan bebas Syaiful Indra Cahya. Namun bola masih bisa ditepis kiper Thailand U-23, Sae Ear Chanin.
Thailand U-23 langsung merespons positif. Ya, mereka berhasil mencetak gol pada menit ke-12, melalui kaki Rungrat Phumichantuk yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang Indonesia U-23. 
Tertinggal satu gol, Indonesia U-23 mencoba menekan. Namun upaya yang dilakukan masih bisa diredam Sarach Yooyen dan kawan-kawan. Thailand U-23 kembali mengancam lewat tendangan kaki kanan Chananan, tapi bola masih menyamping di sisi kanan gawang Indonesia U-23.
Begitu pula tendangan kaki kiri Thitiphan Puangjan masih bisa ditepis Teguh. Thitiphan akhirnya kembali menggandakan keunggulan Thailand U-23 menjadi 2-0, pada menit ke-29 lewat sundulannya yang menyambut umpan sepak pojok.
Unggul dua gol, Thailand U-23 tak mengendurkan serangan mereka. Bahkan, mereka nyaris saja berhasil mencetak gol ketiga seandainya bola tendangan Rungrat tidak berhasil diblok Teguh. 
Indonesia U-23 kembali memberikan ancaman melalui tendangan kaki kiri Paulo Sitanggang dari luar kotak penalti, namun masih melenceng dari gawang Thailand U-23.
Sepakan kaki kiri Peerapat Notechaiya juga masih bisa diblok Teguh. Hingga babak pertama usai, skor tetap 1-0.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Indonesia U-23 mencoba tampil lebih menekan. Namun upaya mereka masih bisa diredam skuat asuhan Choketawee Promrut. Bahkan, Thailand U-23 berhasil mencetak gol kembali pada menit ke-51, melalui sundulan Rungrat. Skor berubah 3-0.
Lima menit berselang giliran Narubadin Weerawatnodom yang menjebol gawang Teguh. Skor 4-0. Unggul empat gol, Thailand U-23 tetap tak mengendurkan serangan mereka.
Tekanan demi tekanan diberikan Thailand U-23 dari semua lini. Sesekali juga mereka melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tendangan kaki kiri Chanathip Songkrasin masih membentur tiang gawang.
Di lain pihak, serangan yang dibangun Indonesia U-23 masih mudah dibaca barisan pertahanan tim Gajah Perang. Songkrasin kembali memberikan ancaman lewat tendangan kaki kanannya. Namun kali ini masih belum berbuah gol.
Songkrasin akhirnya kembali membuat Indonesia U-23 tenggelam, lewat golnya pada menit ke-89. Skor kembali berubah 5-0. 
Pada masa injury time, Syaiful Indra memberikan ancaman lewat sepakan kerasnya. Tapi masih bisa ditepis Sae Ear Chanin. Hingga pertandingan usai, skor tetap 5-0. 
Susunan pemain kedua tim:
Thailand U-23: 1 Sae Ear Chanin; 2 Notechaiya, 8 Daosawang, 13 Weerawatnodom, 17 Tanaboon Kesarat; 6 Sarach Yooyen, 7 Thitipan Puangjan, 18 Chanathip Songkrasin, 29 Rungrat Phumichantuk; 12 Nurul Sriyankem, 23 Chananan Pombubpha
Cadangan: 20 Somporn Yos, 3 Suriya Singmui, 4 Chaowat Veerachart, 5 Adison Promrak, 11 Pinyo Inpinit, 14 Pakorn Parmpak, 19 Tristan Do, 22 Chenrop Samphaodi, 24 Siwakorn Chakkuprasart
Pelatih: Choketawee Promrut

Indonesia U-23: 1 Teguh Amiruddin; 2 Vava Mario Yagalo, 4 Syaiful Indra, 13 Manahati Lestusen, 16 Hansamu Yama; 6 Evan Dimas, 19 Zulfiandi, 18 Adam Alis, 7 Ahmad Nufiandani, 17 Paulo Sitanggang; 11 Yandi Sofyan
Cadangan: 12 Muhammad Natshir, 5 Zalnando, 8 Muhammad Hargianto, 20 Ilham Udin Armaiyn, 9 Muchlis Hadi Ning Syaifulloh
Pelatih: Aji Santoso

Pemain Ini yang Diutamakan Masuk Skuad SFC Untuk Hadapi Diego Costa Cs

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC memang sudah dipastikan tidak akan full team saat menghadapi tim Starbol Indonesia, dalam frendly macth di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, 27 Juni mendatang.
Namun manajemen SFC akan tetap berupaya memanggil beberapa pemain bintangnya, seperti Titus Bonai, Asri Akbar, Ferdinand Sinaga dan pemain lainnya.
“Insyaallah, kalaupun tidak full team, tapi pemain bintang kita akan utamakan,” kata Sekretaris Tim SFC, Achmad Haris belum lama ini.
Menurut Haris, persoalan tengah diliburkannya tim menjadi kendala utama bagi manajemen untuk bisa mengumpulkan kembali para pemain.
Sebab, sebagian besar pemain sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing, terkecuali Ferdinand Sinaga yang masih berada di Palembang.
Selebihnya pemain yang bisa dioptimalkan tenaganya, tentu saja beberapa pemain lokal asli Sumsel, seperti Ichsan Kurniawan, Jecky Arisandi, Hapit Ibarhim dan Rizky Dwi Ramadhana.
‘Tibo (Titus Bonai) juga kemarin masih berada di Jakarta, kemungkinan dia akan kita panggil juga pada laga persahabatan ini,” jelasnya.

Kamis, 11 Juni 2015

Sponsor Sriwijaya FC Tetap Jaga Komitmen

Goal.com - Kendati kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 telah dinyatakan berakhir, dan Indonesia mendapat sanksi FIFA, manajemen Sriwijaya FC menyatakan, para sponsor tidak ada yang memutus kontrak.
Direktur marketing dan promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Nirmala Dewi mengatakan, sejauh ini seluruh sponsor masih tetap komitmen berada di belakang Laskar Wong Kito.
Menurut wanita yang juga menjabat ketua bidang pemasaran dan promosi Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Sumatera Selatan itu, pada prinsipnya sejumlah sponsor tetap membantu pendanaaan tim ketika ada pertandingan, dan menyetop aliran dana tersebut saat kompetisi diliburkan.
“Sponsor tetap setia sambil menunggu liga berjalan lagi,” kata Nirmala Dewi kepada Goal Indonesia.
“Prinsipnya, ada pertandingan mereka bayar, tidak ada pertandingan mereka stop dana. Tapi sampai sekarang tidak ada yang bikin surat tertulis untuk mundur, atau seperti apa.”
Nirmala mencontohkan salah satu sponsor, PT Pos Indonesia tetap berkomitmen untuk bersama klub. Ini bakal dibuktikan pada laga persahabatan antara Sriwijaya FC menghadapi tim kumpulan legenda Indonesia pada 27 Juni. PT Pos justru ingin me-launching SFC member.
“Kita bisa melihat mereka tetap konsisten. Di saat tidak ada kompetisi, PT Pos selalu bersama SFC. Bahkan pada pertandingan persahabatan nanti, mereka akan me- launching SFC member,” ungkapnya.
“Tidak banyak sponsor yang seperti ini. Kami harap kerja sama ini terus berjalan, dan sama-sama menguntungkan.”
“Ini bukti kalau kami [PT Pos] tetap komitmen mendukung SFC, walaupun kondisi sepakbola kita lagi tidak jelas,” timpal deputi jasa keuangan dan ritel regional III PT Pos Indonesia Aris Munandar.
Aris mengungkapkan, PT Pos tetap mendukung penuh setiap kegiatan yang dilakukan Sriwijaya FC, baik dalam kompetisi, atau kegiatan lain di luar lapangan hijau.
“Dari awal kami tidak ragu bekerja sama dengan SFC. Jadi kami akan terus bersama klub kebanggaan wong Sumsel ini,” ucap Aris. (gk-55)

Diego Costa dan Salgado akan Meriahkan Laga Eksebisi 10 Tahun SFC

SRIPOKU.COM -- Meski kompetisi tengah vakum pasca turunnya sanksi dari FIFA, namun tidak membuat manajemen Sriwijaya FC melupakan momentum 10 tahun berdirinya klub berjuluk Laskar Wong Kito.
Sebuah laga persahabatan yang akan turut dihadiri dua bintang sepakbola dunia yakni Diego Costa (Chelsea) dan Michel Salgado (eks Real Madrid) sudah direncanakan digelar di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, akhir bulan ini.
Hal tersebut terungkap saat manajemen laskar wong kito menggelar rapat bersama perwakilan Joma Indonesia, Selasa (9/6/2015) siang di Hotel Swarna Dwipa Palembang.
"SFC memang akan menggelar laga persahabatan melawan tim Joma Legend Indonesia yang akan turut diperkuat Diego Costa dan Michel Salgado. Rencana awal pertandingan itu akan dimainkan pada 27 Juni nanti di Stadion GSJ," jelas Augie Bunyamin, Direktur Kompetisi dan Pertandingan PT SOM usai rapat.
Diakuinya, selain laga eksebisi tersebut, pihaknya juga menggelar rangkaian acara lainnya untuk memeriahkan momentum peringatan ultah klub.
"Akan ada bakti sosial juga, semuanya kini masih dimatangkan terlebih dulu," tambahnya.
Menurutnya, selain peringatan ultah, pihak manajemen sengaja menggelar kegiatan ini untuk menunjukkan eksistensi SFC di kancah persepakbolaan nasional.
Copyright © 2014 Berita Bola